PANGERAN BERKUDA PUTIH
31 Januari 2018, tepat 720 hari kami tertaut satu sama lain dalam jalinan suci. Sejak awal kami berjanji untuk saling memberi hadiah sebagai wujud rasa peduli dan menspesialkan satu sama lain.
Khusus di hari anniversary dan yaumil milad. Sebenarnya kami tidak membudayakan ulang tahun sebagai perayaan.
Cukup sebagai momen untuk Muhasabah, sedangkan untuk hadiah spesial adalah bentuk mengamalkan hadist saling memberi hadiah agar saling mencintai satu sama lain.
Rabu, 31 Januari 2018.
Aku dan Biia makan malam di sebuah tempat makan yang romantis di sudut Malang, Madam Wang Secret Garden.
Sembari makan, kami pun saling evaluasi satu sama lain. Muhasabah hal yang senantiasa kami lakukan di momen-momen spesial.
Apa yang kurang maupun khilaf selama ini, semua kami sampaikan.
Nuansa secret Garden yang romantis dengan lilin yang menyala di meja, memang inilah yang dari saat masih single aku inginkan.
Yaitu Makan malam romantis bersama suami.
Alhamdulillah..
Saat yang ditunggu tunggu, saling memberi hadiah.
Saat itu aku memberikannya baju koko Pakistan, yang beberapa waktu lalu Biia inginkan.
Setelah lama kami berbincang, barulah Biia mengeluarkan satu kotak kado besar. Ukuran kotak sepatu, dengan hanya dibungkus kertas putih di dua sisinya. Disodorkanlah kepada ku, yang sudah sedari tadi penasaran akan mendapatkan apa.
Aku pun mulai membuka kotak tersebut dengan tidak sabar. Yang kutemukan sebotol kaca kecil ukuran segenggam tangan berisi origami bintang-bintang kecil warna warni yang banyak dengan penutup pita berwarna pink.
Menurutku itu lucu dan unik, menarik jika Biia yang membuatnya satu persatu.
Aku pun membuka botol itu dan mencoba menghitungnya, 64 jumlahnya.
Saat sibuk menghitung, Biia menyodorkan kembali kotak kardus yang telah kubuka, aku bingung, apalagi?
"ini hadiahnya" dia berikan kertas yang menempel menutup sebagian kotak itu.
Aku pun membacanya, apa ini?
Surprised, ternyata tiket Kereta dan Pesawat.
"hadiahnya ditunda satu bulan lagi ya. Kita backpackeran ke Lombok, naik kereta berangkatnya, pulangnya naik pesawat. Mau gak berangkat sama abi?"
MasyaAllah.
Tentu aku merasa melayang seperti seorang putri yang mendapat hadiah dari pangerannya.
"mau, mau.. Yeay.."
Alhamdulillah, Lombok. Salah satu daftar destinasi wisata yang sudah lama aku list dalam buku impian.
MasyaAllah, ternyata Allah ingin mewujudkan ini di saat yang tepat, saat dimana ada yang menemani dan mendampingi, dan menjaga. Karena seorang perempuan tidak lah diperkenankan melakukan perjalanan/safar tanpa mahramnya.
Hadiah terindah adalah hadiah yang diberikan oleh orang terspesial dalam hidup. Dialah Pangeran berkuda putihku.
Yaa dari sejak kecil, selalu berharap datang seorang pangeran berkuda putih, berkacamata. Membawaku ke negeri yang indah. Negeri surga.
MasyaAllah, semoga bersama bisa sampai jannah-Nya.
*to be continued
Komentar
Posting Komentar