DISTORSI ANTAR RUANG DAN WAKTU
Apa kau pikir aku akan menulis tentang mesin waktu yang membawa kita
kemanapun kita mau,
Entah masa lalu atau masa yang akan datang,
Tentu tidak,,
Ini tentang sebuah realita yang biasanya menjelma menjadi masalah
pelik,
ketika logika kita berpikir
bahwa semuanya adalah kesalahan berpikir,
Aku menyadari bahwa ada dua dimensi yang sedang kita tempati
sekarang,
Dimensi ruang, dan dimensi waktu,
Dimensi ruang adalah tempat dimana kita menjejak sekarang,
dibumi cinta, dibumi Allah yang penuh kejutan, harapan, dan
keberkahan,,
Dalam dimensi ini, kita memahami bahwa ruang tak terbatas oleh
tembok-tembok tinggi, atau gunung-gunung menjulang, bahkan dalamnya lautan,,
Dalam dimensi ruang, kita punya kesempatan yang sama, untuk menoreh
asa, menuliskan tinta emas karya-karya kehidupan,,
Dan kita mengenal dimensi waktu,,
Yah, tiap detik, tiap jam, tiap hari, semua terhitung dalam dimensi
waktu,,
Waktu, waktu, waktu,,
Kau tau, bahwa waktu seperti mata pedang, tajam, sangat tajam,
Dan mungkin kita tak menyadari bahwa bergulirnya waktu bersamaan dengan
berkurangnya kesempatan berjuang atau kesempatan menulis tinta emas,,
Artinya dimensi ruang tidak akan ada tanpa dimensi waktu,,
Lantas kenapa muncul distorsi antara ruang dan waktu?
Karena ternyata kita mudah saja berada dalam ruang dan waktu saat
ini,
Tapi pikiran kita meloncat jauh ke masa lalu atau masa yang akan
datang,,
itulah kenapa DISTORSI RUANG
DAN WAKTU MENGACAUKAN LOGIKA DAN RASA,,
Pertanyaannya sekarang, Kau yang mengendalikan waktu atau waktu yang
kau kendalikan ?
Ada suatu keadaan dimana kita benar-benar terjebak dalam keduanya,
ruang maupun waktu, yah keduanya.
Kondisi yang tak pernah kita inginkan, namun menjebak seperti pasir
hisap di hutan,,
Saat dimana kita harus terjebak dengan pasir hisap itu apakah
sebenarnya yang salah?
Apakah langkah kita yang berjalan ke hutan itu yang salah?
Atau pasirnya?
Atau semua sudah takdir?
Pertanyaan terakhir memang sarat dengan keputusasaan, dimana kita
akan berkata, semua sudah takdir, lantas mau bagaimana lagi??
Bukankah dalam dimensi ruang dan waktu, Allah telah memberikan kita
hak untuk berjalan dan memilih, memilih jalan mana yang akan kita tempuh,
memilih cara apa, bagaimana, mengapa, dimana, dan sederet pertanyaan lain yang menjadi
hak kita untuk menentukan pilihan atas segala yang terjadi pada diri kita.. .
Kau tau, dalam distorsi ruang dan waktu, ada sederet pencuri,
pencuri waktu yang membuat kita tiba-tiba kehabisan waktu tanpa kita sadari.. .
Pencuri itu hanya bisa kita temukan dalam bayang-bayang kosong di
depan cermin,,,
Lantas pertarungan ini pun akan terus bergulir,
Hingga kita tak lagi takut akan adanya distorsi dalam
lembaran-lembaran hari-hari kehidupan.. .
1 Oktober’14
Mencoba keluar dalam batasan
logika,,,
Saya suka tulisannya.
BalasHapusTulisannya keren tapi belum dapat jawabannya yang sehati
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMksd nya
BalasHapus