Bulan Penuh Rahmat, Bulan Penuh Cinta
bulan penuh rahmat, bulan penuh cinta
jiwa yang kering,
jiwa yang gusar,
dan datang lah tlaga,
mengisi kekeringan jiwa,
menghilangkan segala kegusaran,
dan cinta-Nya tak pernah habis,
dalam bulan penuh cinta,
syahru Ramadhan, syahru Ramadhan
-19 Sya’ban 1433 H-
Bahagia, satu kata
yang tak tergantikan ketika teringat semakin dekat waktu Ramadhan. Penantian 11
bulan telah menuai apa yang dinantinya. Bulan yang tak pernah tergantikan,
selalu dinanti seluruh umat muslim dimanapun berada. Ramadhan, begitulah Allah
memberikan bulan khusus yang menjadi bulan untuk kemudian umat muslim
melaksanakan puasa Ramadhan yang merupakan sarana penyucian jiwa selama 11
bulan sebelumnya, dan bekal untuk 11 bulan kedepannya. Dan tidakkah Ramadhan
menjadi bulan yang dirindu kedatangannya, bahkan jika 12 bulan dalam satu tahun
semua adalah Bulan Ramadhan, maka tentu penuh kenikmatan iman dapat kita
rasakan. Yah begitulah indahnya Ramadhan. Berbahagialah kita yang dapat
menyambutnya, dan semoga senantiasa diberikan keberkahan Ramadhan untuk dapat
menjadikan diri ini sebagai insan yang lebih baik. Menjadi hamba-Nya yang
terbaik, suci dan penuh keridloan-Nya. Tidakkah kita ingin jiwa kita tersucikan
dari segala noda dan dosa yang telah menumpuk bak sampah yang menggunung di
setiap bulannya. Maka jika kita ketahui selama ini, mungkinkah jiwa ini sudah
pantas untuk kembali bertemu Rabb-Nya.
Masih banyak
kekhilafan yang selalu menghiasi kehidupan selama berjalan. Jika saja Allah
menjadikan orang yang berdosa itu seperti orang yang tertumpuk sampah, dan
berbau. Maka, akankah ada manusia yang lain yang mau mendekati kita, karena bau
yang keluar dari dosa-dosa kita. Astaghfirullah hal adziim. Selama ini kita
telah sibuk memenuhi hak-hak kita sebagai manusia, namun kita lalai untuk memenuhi
hak-hak Rabb kita, kita senang dengan semua kenikmatannya, namun apakah kita
sudah bersyukur. Jika hubungan kita dengan Allah saja tidak baik, maka
bagaimana dengan hubungan kita dengan sesama makhluk-Nya. Tentu ada kaitan
antara Hablumminallah dengan Hablumminnas. Maka Allah dengan penuh
cinta, penuh kasih pada hamba-Nya, memberikan keistimewaan bulan yang penuh
dengan rahmat-Nya. Bulan Ramadhan, bulan yang tiada tara.
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda yakni ketika datang bulan Ramadhan : "Sungguh telah datang padamu bulan yang penuh berkah, pada bulan ini Allah
SWT mewajibkan kamu berpuasa, ketika itu dibuka pintu-pintu syurga, ditutup
pintu-pintu neraka, dibelenggu syaithan-syaithan, dan pada waktu itu dijumpai
pula suatu malam yang mulianya lebih berharga dari seribu bulan. Maka barang
siapa yang tidak berhasil memperolehnya sungguh ia tidak akan mendapatkannya
itu untuk selama-lamanya." (HR. Ahmad, An-Nasai dan Al-Baihaqi).
Salah satu keberkahan Ramadhan
adalah nikmat-Nya berpuasa. Allah mewajibkan berpuasa melalui firman-Nya:
"Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah :
183).
Puasa merupakan sarana tarbiyah
bagi pribadi-pribadi muslim dimana dengan puasalah diri kita belajar untuk menahan
diri dari hawa nafsu. Dengan puasa kita belajar untuk dapat memimpin diri
sendiri. Karena sejatinya ibadah puasa merupakan ibadah antara diri kita dengan
Allah. Sebagai tanda terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan segala
kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya. Ungkapan rasa terima kasih ini
diwujudkan dengan mengerjakan perintah-perintahNya, antara lain berupa
melakukan ibadah puasa. Puasa dapat memberikan pendidikan keyakinan terhadap
adanya Allah SWT dengan segala peraturan-peraturanNya. Dengan berpuasa,
seseorang pasti meyakini bahwa peraturan atau hukum Allah adalah benar dan akan
membawa kesejahteraan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Puasa dapat
memberikan pendidikan untuk menumbuhkan rasa kasih sayang kepada golongan fakir
miskin. Puasa dapat menjaga kesehatan manusia, baik kesehatan jasmani maupun
kesehatan rohani.
Dari Abu Hurairah, ia berkata; Bahwa Rasulullah telah
bersabda:
”Puasa itu
perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah ia tidak
berkata keji dan membodohi diri. Jika ada seseorang memerangi atau
mengumpatnya, maka hendaklah ia mengatakan: Sesungguhnya aku sedang berpuasa.
Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut yang keluar
dari orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi.
Orang berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannyua untuk diri-Ku (Allah).
Maka puasa itu untuk diri-Ku dan Aku (Allah) sendiri yang akan memberikan pahala
karenanya. Kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya.” (HR Bukhari)
Ramadhan, bulan special yang
diperuntukkan bagi orang-orang mukmin. Allah menurunkan malam seribu bulan di
bulan Ramadhan. Allah menjadikan Nuzulul Qur’an juga di bulan Ramadhan. Begitu
spesialnya hingga Rasulullah menyampaikan khutbah khusus yang bertemakan
menyambut datangnya Bulan yang special ini.
Khutbah
Rasulullah Menyambut Ramadhan
“Wahai manusia!. Sungguh telah datang pada
kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang
paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah
jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi
tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Dibulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih,
tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu di terima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat
yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam
dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah
dibulan yang Agung ini.
Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu,
kelaparan dan kehausan dihari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukarah dan
masakin. Muliakanlah orang tua-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah
tali persaudaraan, jaga lidahmu, tahan pandanganmu, dari apa yang tidak halal
kamu memandangnnya, dan pendengaramu dari apa yang tidak halal kamu
mendengarkannya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya
dikasihani manusia ank-anak yatimmu.Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu sholatmu kerena itulah
saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya
dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut
mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa
kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnay diri-dirimu tergadai
kerena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu
berat dengan beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah Allah Ta’ala bersumpah dengan
segala kebesaraNya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang sholat
dansujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia
berdiri dihadapan Rabb Al-Alamin
Wahai manusia! Barang siapa diantaramu
memberi buka kepada orang-orang mukminyang berpuasa dibulan ini, maka disisi
Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberikan ampunan
atas dosa-dosanya dimasa lalu.
Sahabat-sahabat bertanya : “Ya Rasulullah!
Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian Rasulullah meneruskan : Jagalah
dirimu dari api neraka walaupun hany dengan sebiji kurma. Jaagalah dirimu dari
api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan
ahlaknya dibulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari kaki-kaki
tergelincir.
Barang siapa yang meringankan pekerjaan
orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) dibulan ini ,
Allah akan meringankan pemerikasaan-Nya di hari Kiamat.
Barang siapa menahan kejelekan dibulan ini,
Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa
memuliakan anak yatim dibulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia
berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali silaturahmi dibulan ini,
Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa
dengan-Nya.
Barang siapa memutuskan kekeluargaan dibulan
ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang
siapa melakukan sholat sunat dibulan ini, Allah akan menuliskan baginya
kebebasan dari api neraka.
Barang siapa melakukan sholat fardhu baginya
adalah ganjaran seperti melakukan 70 sholat fardhu dibulan yang lain.
Barang siapa memperbanyak shalawat padaku
dibulan ini Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barang siapa pada bulan ini membaca satu
ayat Al Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al Qur’an pada
bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu
surga dibukakan bagimu,maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah
menutukannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu
untuk tidak akan pernah dibukakannya bagimu. Setan-stan terbelenggu, maka
mintalah agartidak lagi pernah mengusaimu.
Amirul Mukminin berkata : Aku berdiri dan
berkata,” Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?.” Jawab Rasul
: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama dibulan ini adalah menjaga diri dari
apa yang diharamkan Allah.” (Diriwayatkan dari Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban,
dan Baihaqi dalam buku Nahzul Balaghah, disampaiakan Rasulullah saat berakhir
bulan Sya’ban dan menjelang Ramadhan datang)
Jika kita maknai
lebih dalam, maka kita dapati Bulan Ramadhan sebagai medan laga yang sebenarnya
bagi diri-diri kita, dimana di bulan inilah kita berperang melawan hawa nafsu
selama satu bulan lamanya. Disinilah ujian keimanan yang sesungguhnya antara
Allah dan hamba-Nya. Sehingga terdapat pertanyaan, akankah kita peroleh
kemenangan yang hakiki, yakni kemenangan melawan hawa nafsu, dan mensucikan
jiwa, hingga mencapai keridloan Allah SWT ataukah tidak ada bedanya amalan
Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Inilah kemenangan yang sesungguhnya dari
perang hawa nafsu yakni ketika sampai pada hari nan fitri, dan jiwa kita
kembali pada fitrah. Suci dan bersih dari segala noda-noda dosa. Dan Allah SWT
meridloi kita dan merahmati kita di 11 bulan kemudian. Sungguh kemenangan yang
seperti itulah yang kita nantikan bersama. Maka semoga Allah senantiasa
memberikan kesempatan untuk perbaikan diri, perbaikan kualitas iman disetiap
jejak langkah kaki ini menapak, hingga tapak kaki ini sampai pada puncak
keridloan-Nya, dan menjejakkan langkah di surga-Nya kelak.
Syahru Ramadhan. . .
Wallahua’lam bis shawwab. ..
Amelia D’Marthasari
21 Sya’ban 1433 H
Komentar
Posting Komentar